DPRD Tidak Ada Melakukan Pembiyaran

0
578 views
MUARA TEWEH, BRAYANEWS – Harga isi ulang gas elpiji isi 3 kg yang mencapi Rp 40 sampai Rp 45 ribu diwilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) banyak menuai keluhkan dari masyarakat. Harga jual yang ada saat ini terlampau jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. 
“Kami tidak ada melakukan pembiyaran dalam menyikapi permasalahan harga elpiji 3 kg yang mahal diwilayah ini. Hanya saja kita ada mekanisme yang dilakukan seperti melakukan konsultasi ke pemerintah pusat terkait kebijakan penyalurannya ke masyarakat,” kata Ketua Komisi III DPRD Barut H. Tajeri didampingi dua anggota DPRD lainnya yakni H Beny dan Surianor di ruang kerja Komisi III, Senin (6/1/2020). 
Menurutnya, gas elpiji 3 kg ini adalah disubsidi oleh pemerintah pusat dan hanya diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 
“Saya baru datang dari Banjarmasin, di sana saya sempat menanyakan harga elpiji 3 kg dengan harga hanya Rp 22 ribu per tabung, bahkan ada yang masih menjual seharga Rp 20 ribu per tabung, sementara di wilayah kita harga elpiji sangat mahal,” ungkap Tajeri. 
Tajeri berharap aparat terkait dapat melakukan penertiban harga jual gas elipiji 3 kg di daerah ini. Sebab yang kasihan adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah jika harga jual terus mahal. 
“Pemerintah daerah melalui dinas terkait telah ada mengeluarkan surat edaran agar tidak menjual melebihi HET. Akan tetapi masih ada oknum yang dengan sengaja melanggar. Oleh sebab itu agar bisa ditindak, sebab elipiji 3 kg ini sudah ada harga stadar yang ditetapkan,” tegas anggota dewan yang terpilih dari Dapil I meliputi wilayah Teweh Tengah. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here