MUARA TEWEH, BRAYANEWS – Permasalahan PT Satriadi Abdi Lestari (SAL) dan masyarakat dari tiga desa yakni Desa Nihan, Mukut dan Pendreh belum juga kunjung tuntas. Kali ini warga datang ke Kantor DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut) bersama dengan Harianja yang menerima kuasa dari masyarakat, untuk menyuaran aspirasi kepada para wakil rakyat yang duduk di kursi dewan.
Kedatangan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya tersebut disambut baik Ketua Komisi II DPRD Barut, Edi Fran Aji. Dengan didampingi pihak kepolisian Polres Batara, Anggota Dewan terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) III ini mendengarkan keluhan kesah masyarakat terhadap perkebunan kelapa sawit tersebut, serta apa saja tuntutan mereka.
Ada pun tuntutan warga tiga desa yang menyerahkan lahannya kepada PT SAL untuk maksud membangun usaha perkebunan kelapa sawit dengan pola Kemitraan ini kepada pemerintah daerah, diantaranya adalah mencabut izin HGU dan Ijin usaha perkebunan kelapa sawit PT SAL, mengembalikan lahan HGU PT SAL kepada warga, melakukan audit secara menyeluruh kepada PT SAL dan memproses PT SAL secara hukum.
Adapun dasar tuntutan ini, lantan PT SAL dinilai tidak serius melaksanakan manajemen organisasi dan administrasi usaha perkebunan kelapa sawitnya, Kemudian PT SAL juga dianggap tidak serius melaksanakan kemitraan dengan warga pemberi lahan, PT SAL tidak Konsisten melaksanakan perjanjian Kemitraan dengan warga pemberi lahan, PT SAL gagal melaksanakan usaha perkebuanan kelapa sawit, dan PT SAL tidak melaksanakan perekrutan karyawan yang baik dan tidak membayar gajih karyawan.
Setelah mendengarkan penjelasan dari masing-masing pembicara tentang keluhan-keluahan serta tuntutan terhadap PT SAL, Edi Fran Aji mengatakan, bahwa dirinya akan segera menyampaikan hal ini kepada Ketua DPRD Kabupaten Batara. Selain itu, persoalan ini nantinya juga akan dikoordinasikan kepada para Anggota DPRD Batara lainnya yang ada di Komisi II DPRD Barut.
“Tugas kami selaku anggota dewan adalah melayani masyarakat, terhadap persoalan ini saya siap menyampaikannya ke Ketua DPRD Kabupaten Barut dan juga mengkoordinasikannya kepada para Anggota dewan lainnya di Komisi II DPRD, karena untuk Komisi II DPRD Batara ini ada sebanyak 7 orang anggota Dewan,” ungkapnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here