Cabuli Cucu, Akhirnya Kades Narui Dituntut Segini  

Cabuli Cucu, Akhirnya Kades Narui Dituntut Segini  

MUARA TEWEH, BRAYANEWS.COM – Pengadilan Negeri Muara Teweh kembali melanjutkan sidang pencabulan terhadap cucunya yang dilakukan seorang oknum Kepala Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah berinisial PMP alias Puncak (52). 
Dalam sidang tertutup tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Mura, Liberty SM Purba menuntut terdakwa 12 tahun penjara. Sidang tersebut dipimpin oleh hakim tunggal Fredy Tanada dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU.
“Sidang tersebut dipimpin hakim tunggal Fredy Tanada. Tuntutan yang dibacakan itu berkaitan dengan perlindungan anak, sebagaimana dari dakwaan kami. Yang pasti tuntutan sesuai dengan rasa keadilan korban,” ungkap Liberty kepada wartawan usai sidang di PN Muara Teweh, Kamis. (1/8/2019)
Dikatakan Liberty karena ini sidang tertutup untuk umum, sehingga Jaksa tidak bisa memberikan keterangan secara lebih rinci. Setelah ini, materi sidang mendengarkan pembelaan dari terdakwa, Pada Jumat pekan depan (8/8/2019).
Sementara itu, Kuasa hukum terdakwa, Herman Subagio mengatakan, pihaknya akan berupaya melakukan pembelaan secara tertulis yang disampaikan pada Jumat (8/8/2019) mendatang.
“Tuntutan itu sesuai dengan Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelas Herman Subagio.
Menurutnya, JPU masih dalam limit, karena paling rendah ancaman hukuman lima tahun dan paling tinggi 15 tahun.
“Pada intinya, kami selaku penasihat hukum dari terdakwa sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami, artinya di samping membela juga memberikan pandangan dan nasihat secara hukum kepada terdakwa,” jelas Herman.
Sebelumnya, terdakwa diduga melakukan ancaman kekerasan memaksa anak di bawah umur bersetubuh dengannya. Perbuatan bejat itu terjadi pada Rabu 1 Mei 2019 sekitar pukul 12.00 WIB di sungai yang berada di Kabupaten Mura.
Awalnya korban sebut saja bunga (11) berangkat bersama ibunya dan terdakwa. dipertengahan jalan ibunya pamit pergi keladang mencari sayur, sedangkan korban ikut terdakwa Puncak, karena percaya merasa ada hubungan kerabat atau keluarga dan korban merupakan cucunya. 
Lalu terdakwa mengajak korban menjala ikan. Disaat suasana sepi, terjadilah aksi pemerkosaan. Sebelumnya terdakwa memanggil cucunya minta meniup ke mata terdakwa yang kemasukan benda, pada saat itu, korban digerayangi paha hingga dipaksa mencabuli dengan memasukan alat kemaluan terdakwa di pinggir sungai. (BR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here